Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel Akan Turun Kelokasi Pembuangan Pasir di Laut Mentok

    Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel Akan Turun Kelokasi Pembuangan Pasir di Laut Mentok

    PANGKALPINANG - Terkait Tongkang Yonglat, tongkang bermuatan pasir yang kandas di wilayah laut Bangka Barat pada 24 Februari lalu, yang menurut pihak KSOP Mentok demi menyelamatkan Tongkang tersebut, Nahkoda TB SA3 yang menggandeng tongkang tersebut, telah membuang lebih dari 1000 kubik muatannya tanpa izin pihak KSOP, terkait hal ini, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung angkat bicara.

    Menurut pihak DKP melalui Sandi, Kasi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dengan di dampingi dua orang rekannya mengatakan, pihaknya belum mengetahui informasi tersebut, dan akan segera turun ke lokasi untuk selanjutnya melakukan kordinasi dengan pihak terkait lainya.

    HUMAS.CO.ID
    market.biz.id HUMAS.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Kami pernah menangani kasus terkait tabrakan karang, di dekat wilayah Karang Pesawat, jadi kami bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup menghitung kerusakan karang tersebut. Dan ada ahlinya untuk itu, nanti dihitung berapa kerugian negara nantinya, " ujar Sandi. (08/03/2021)

    Namun jika terkait dengan pasir, menurut Sandi pihaknya harus melakukan kordinasi lebih lanjut lagi, baik itu dengan KLHK atau pun KKP melalui Dirjen PSDKP, karena pihaknya juga mempunyai bidang pengawasan pasir laut, akan tetapi menurutnya, pihanya tetap akan meninjau apakah lokasi pembuangan pasir tersebut masuk alur pelayaran atau tidak.

    DESTINASI.CO.ID
    market.biz.id DESTINASI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Kita akan berkordinasi dengan piha lain, seperti KLHK dan KKP melalui Dirjen PSDKP. Dan selain itu kita juga harus memastikan apakah itu masuk alur pelayaran atau tidak, jika masuk alur pelayaran, maka itu kewenangan pihak KSOP. Namun biasanya mereka (KSOP)  juga akan berkordinasi dengan kita dan pihak Dirjen PSDKP, " tutur Sandi.

    Untuk itu pihaknya akan turun langsung kelokasi, untuk mencari tahu titik kordinat kejadian tersebut agar pihaknya bisa mengkonversi ke Peta untuk mengetahui kewenangannya masuk ke siapa.

    "Untuk itu kita perlu mengetahui titik kordinatnya, karena kalau diatas 12 mil, itu kewenangan KKP. tapi tetap akan kita kordinasikan bersama-sama nantinya, " tandasnya.

    Nopri

    Nopri

    Artikel Sebelumnya

    Soal Tenaga Honorer, Bupati Bangka Dikritisi...

    Artikel Berikutnya

    Kasus Dugaan Korupsi BPRS Cabang Toboali,...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Budiyanta

    Budiyanta verified

    Postingan Bulan ini: 8

    Postingan Tahun ini: 129

    Registered: May 9, 2022

    Wijaya

    Wijaya verified

    Postingan Bulan ini: 8

    Postingan Tahun ini: 651

    Registered: Oct 11, 2021

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 6

    Postingan Tahun ini: 2124

    Registered: Apr 8, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 5

    Postingan Tahun ini: 184

    Registered: Jul 11, 2020

    Profle

    Muh. Ahkam Jayadi verified

    Dua Kafilah MTQ Barru Raih Juara 1
    Kapolres Barru Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Personil
    Pemdes Pancana Gelar Musrenbang dan Pelantikan Forum Anak
    Kpt Arm Witono: Mari Sosialisasikan Bahaya Narkoba

    Rekomendasi

    Ombudsman RI Temukan Potensi Maladministrasi Dalam Proses Peralihan Pegawai BRIN
    Pangdam III/Siliwangi Sambut Kepulangan Prajurit Yonif 315/Garuda, Satgas Satuan Organik di Wilayah Papua
    Pengelolaan Absensi Manual vs Pengelolaan Absensi Online Berbasis Web dan Mobile, Mana yang Cocok bagi Perusahaan?
    Kirab Taruna AAU Berlangsung Meriah di Malioboro
    Latma Cope West 2022 TNI AU-US PACAF di Lanud Abd Saleh Resmi Ditutup

    Ikuti Kami